Perbedaan Material Granit dan Keramik Yang Harus Kamu Ketahui
Lantai merupakan salah satu bagian terpenting pada sebuah hunian, maka alangkah baiknya material penutup lantai dipilih dengan seksama. Selain dari segi estetika, sisi fungsional juga harus diperhatikan dalam pemilihan material penutup lantai. Terutama pada area yang high traffic, sehingga membutuhkan material penutup lantai yang dapat menunjang padatnya aktifitas dan mobilitas di area tersebut.
Ada berbagai jenis material yang dapat digunakan sebagai penutup lantai, tetapi terdapat dua material yang paling banyak digunakan, yaitu lantai keramik dan lantai granit. Hari ini, kami bersama Indogress akan membahas mengenai perbedaan granit dan keramik pada artikel berikut ini.
Proses Pembuatan
Keramik terbuat dari bahan clay merah, feldspar, dan pasir silika yang dibentuk dengan ukuran tertentu dan dibakar dengan suhu 1.100 – 1.180°C. Kemudian, keramik yang telah melalui proses pembakaran akan dilapisi dengan bahan pengkilap pada bagian atasnya.
Sedangkan, granit terbuat dari bahan dasar utama clay putih, feldspar, pasir silica, talc, kaolin dan dolomite. Melewati mesin press dengan tekanan tinggi (lebih dari 300 kg / cm²). Proses pembakaran harus dilakukan dengan suhu yang sangat tinggi (diatas 1200 °C).
Window Frame
Window frame merupakan garis berwarna putih yang tidak tertutup bahan perwarna di sekeliling pinggiran keramik. Window frame muncul akibat proses pembuatan yang berbeda dengan granit. Sedangkan granite tile, tidak memiliki window frame dan lebih presisi.
Tingkat Kerataan Permukaan
Permukaan keramik tidak benar-benar rata. Permukaannya sedikit bergelombang akibat dari pelapisan glaze yang tidak menyebar secara merata. Sedangkan granit, memiliki kerataan permukaan, kepadatan, dan tingkat kecerahan yang lebih baik dari pada keramik.
Daya Serap Air
Keramik memiliki daya serap air mencapai lebih dari 3%, sehingga sebelum diaplikasikan keramik perlu direndam air terlebih dahulu untuk menghindari lantai keramik terlepas atau popping. Sedangkan granit dapat langsung diaplikasikan tanpa direndam air terlebih dahulu karena memiliki pori-pori yang kecil dan daya serap airnya yang rendah, yaitu kurang dari 0,5%. Hal tersebut juga membuat lantai granit lebih mudah dalam perawatannya.
Daya Tahan Terhadap Beban
Keramik dan granit memiliki tingkat ketahanan terhadap beban yang berbeda. Untuk keramik daya tahan bebannya sebesar 200kg/cm2. Sedangkan pada granit, daya tahan bebannya mencapai lebih dari 300kg/cm2
Harga
Perbedaan proses pembuatan dan penggunaan bahan dasar material yang berbeda berpengaruh terhadap harga jual antara granit dan keramik. Lantai granit memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan keramik karena dari segi kualitas, lantai granit dapat dikatakan lebih unggul daripada keramik.
Salah satu fitur unggulan Ecohomes adalah informasi produk yang sangat lengkap, sehingga dapat lebih memudahkan dalam pemilihan material serta mengurangi resiko salah beli. Selain itu, Ecohomes juga memiliki fitur minta katalog/sample produk langsung dari Mitra Vendor, sehingga anda dapat menyentuh dan merasakan langsung permukaan dari material yang Anda inginkan.
Saat ini, produk granit dari Indogress sudah tersedia dan dapat dipesan melalui e-commerce Ecohomes. Dan jangan lewatkan Promo Merdeka yang akan diadakan sebentar lagi.
Follow Instagram @ecohomes.id
Sumber Referensi INDOGRESS│ gambar INDOGRESS
Related Posts
Lantai Engineered Oak vs Teak: Mana yang Cocok untuk Rumah Kamu?
Lantai engineered wood semakin populer di Indonesia karena lebih stabil dibandingkan…
Lanjut
Daerah Rawan Gempa? Pemilihan Material Jadi Kunci Rumah Aman
Membangun rumah di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari risiko gempa bumi.…
Lanjut
Rumah Modular dan Prefabrikasi: Solusi Hunian Tahan Gempa di Indonesia
Indonesia sebagai negara rawan gempa menuntut pendekatan baru dalam membangun hunian.…
Lanjut
Cuaca Makin Panas? Ini Furnitur Yang Bikin Rumah Tetap Sejuk
Cuaca panas ekstrem yang belakangan ini sering viral di Indonesia membuat…
Lanjut
Simple Woodworking DIY yang Lagi Viral untuk Interior Rumah Estetik & Fungsional
Tren simple woodworking DIY kembali viral di media sosial, terutama di…
Lanjut
Material Rumah Tropis Modern yang Awet & Hemat Biaya, Pilihan Favorit Saat Ini!
Banyak rumah tropis modern terlihat mahal di awal, tapi justru boros…
Lanjut
Produk Ramah Lingkungan 2026: Material, Furnitur, dan Interior yang Berkelanjutan
Tren “beli sekali, pakai lama” kini semakin kuat di dunia bahan…
Lanjut
RPC: Beton Masa Depan yang Lebih Kuat, Lebih Tipis, dan Lebih Efisien
Reactive Powder Concrete (RPC) atau Ultra-High-Performance Concrete (UHPC) menjadi salah satu…
Lanjut
CLT: Teknologi Kayu Modern yang Mengubah Industri Konstruksi Dunia
Cross-Laminated Timber (CLT) kini menjadi primadona di Eropa, Amerika, dan Jepang…
Lanjut
Hempcrete: Material Ramah Lingkungan yang Mulai Menguasai Eropa, Indonesia Siapkah Mengadopsinya?
Hempcrete, campuran serat hemp dan kapur, menjadi salah satu material paling…
Lanjut
Tinggalkan Balasan