Kesalahan Umum saat Instalasi Decking & Lantai Kayu — dan Cara Menghindarinya
Penggunaan material kayu pada hunian modern semakin diminati, baik untuk area indoor dengan engineered flooring maupun area outdoor dengan decking. Kayu memberikan kesan natural, hangat, dan elegan, namun tampilannya hanya optimal bila proses instalasinya benar. Kesalahan kecil dapat berdampak besar pada keawetan dan estetika lantai.
Salah satu kesalahan paling umum adalah mengabaikan ruang ekspansi kayu. Meski engineered flooring lebih stabil daripada kayu solid, material berbasis kayu tetap memuai dan menyusut. Tanpa expansion gap yang memadai, lantai dapat mengangkat, bergeser, atau retak. Inilah sebabnya teknisi profesional selalu memberi celah 8–12 mm di tepi ruangan untuk menjaga stabilitas jangka panjang.
Pada decking outdoor, kesalahan yang sering terjadi adalah meletakkan papan langsung di tanah atau permukaan yang tidak memiliki ventilasi. Decking membutuhkan subframe dan ruang udara di bawahnya agar kayu tidak cepat lembap, berjamur, atau lapuk. Tanpa struktur yang benar, decking mudah melengkung dan tidak lagi aman digunakan.
Pemilihan pengikat yang salah—seperti sekrup besi biasa yang berkarat—juga menjadi penyebab kerusakan dini. Sambungan yang tidak tepat dapat membuat papan longgar atau retak. Penggunaan sekrup stainless steel atau klip khusus engineered flooring sangat dianjurkan untuk hasil yang rapi, kuat, dan tahan lama.
Kesalahan lainnya adalah tidak melakukan aklimatisasi material sebelum pemasangan. Kayu perlu disimpan di dalam ruangan selama 48–72 jam untuk menyesuaikan diri dengan suhu dan kelembapan lingkungan. Tanpa proses ini, papan bisa memuai atau menyusut setelah terpasang—menyebabkan celah atau permukaan tidak rata.
Untuk hasil terbaik, pastikan material yang digunakan memiliki kualitas stabil dan mentransisi dengan baik terhadap perubahan cuaca. Di Ecohomes.id, tersedia produk kayu modern seperti NATURA , yang lebih tahan lembap, lebih stabil dibanding kayu solid, dan ideal untuk proyek decking maupun engineered flooring. Dengan material yang tepat dan instalasi profesional, Anda dapat menikmati hunian yang indah, hangat, dan tahan lama dari waktu ke waktu.


Related Posts
Cuaca Makin Panas? Ini Furnitur Yang Bikin Rumah Tetap Sejuk
Cuaca panas ekstrem yang belakangan ini sering viral di Indonesia membuat…
Lanjut
Simple Woodworking DIY yang Lagi Viral untuk Interior Rumah Estetik & Fungsional
Tren simple woodworking DIY kembali viral di media sosial, terutama di…
Lanjut
Material Rumah Tropis Modern yang Awet & Hemat Biaya, Pilihan Favorit Saat Ini!
Banyak rumah tropis modern terlihat mahal di awal, tapi justru boros…
Lanjut
Produk Ramah Lingkungan 2026: Material, Furnitur, dan Interior yang Berkelanjutan
Tren “beli sekali, pakai lama” kini semakin kuat di dunia bahan…
Lanjut
RPC: Beton Masa Depan yang Lebih Kuat, Lebih Tipis, dan Lebih Efisien
Reactive Powder Concrete (RPC) atau Ultra-High-Performance Concrete (UHPC) menjadi salah satu…
Lanjut
CLT: Teknologi Kayu Modern yang Mengubah Industri Konstruksi Dunia
Cross-Laminated Timber (CLT) kini menjadi primadona di Eropa, Amerika, dan Jepang…
Lanjut
Hempcrete: Material Ramah Lingkungan yang Mulai Menguasai Eropa, Indonesia Siapkah Mengadopsinya?
Hempcrete, campuran serat hemp dan kapur, menjadi salah satu material paling…
Lanjut
7 Material Ramah Lingkungan Paling Revolusioner yang Mengubah Dunia Arsitektur Modern
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan material bangunan yang lebih ramah…
Lanjut
Bangunan Ikonis Dunia Ini Ternyata Terbuat dari Material Ramah Lingkungan—Begini Inovasinya!
Di tengah desakan global menuju pembangunan berkelanjutan, berbagai inovasi material ramah…
Lanjut
Material Anti-Lumut: Solusi Wajib untuk Iklim Tropis Indonesia
Di negara tropis seperti Indonesia, masalah lumut, jamur, dan kelembapan adalah…
Lanjut
Tinggalkan Balasan