Lantai Engineered Oak vs Teak: Mana yang Cocok untuk Rumah Kamu?
Lantai engineered wood semakin populer di Indonesia karena lebih stabil dibandingkan kayu solid, terutama untuk iklim tropis yang lembap. Engineered flooring terdiri dari beberapa lapisan kayu yang direkatkan secara presisi, dengan lapisan atas menggunakan kayu asli seperti Oak atau Teak. Struktur berlapis ini membuatnya lebih tahan terhadap perubahan suhu, tidak mudah melengkung, serta lebih efisien dalam penggunaan material kayu.
Engineered Oak dikenal dengan tampilan serat yang tegas dan warna natural terang hingga medium brown. Karakter ini membuatnya ideal untuk desain modern, Scandinavian, hingga Japandi. Selain tampilannya yang clean dan elegan, Oak memiliki tingkat kekerasan yang baik sehingga cocok untuk area dengan aktivitas tinggi seperti ruang keluarga atau ruang komersial ringan. Jika Anda menyukai suasana terang dan kontemporer, Oak adalah pilihan yang tepat.
Sementara itu, engineered Teak menggunakan lapisan atas kayu jati asli yang memiliki warna cokelat keemasan hangat dan serat lebih halus. Kandungan minyak alami pada jati membuatnya lebih tahan terhadap kelembapan dan serangan rayap, menjadikannya sangat relevan untuk kondisi rumah tropis. Teak memberikan kesan mewah, timeless, dan bernilai investasi jangka panjang untuk hunian premium.
Baik engineered Oak maupun Teak memiliki keunggulan utama: stabil, lebih ramah lingkungan dibanding solid wood penuh, pemasangan lebih fleksibel, serta tampilan kayu asli yang autentik. Perbedaannya terletak pada karakter visual, nuansa ruang yang ingin diciptakan, serta preferensi gaya interior Anda.
Saat ini, lantai engineered Oak dan Teak tersedia di ecohomes dan sedang dalam periode penurunan harga terbatas. Jika Anda sedang merencanakan renovasi atau membangun rumah, ini saat yang tepat untuk mendapatkan material premium dengan nilai terbaik.

Related Posts
Mengapa Green Building Masih Menjadi Tantangan Besar di Indonesia?
Green Building semakin sering dibicarakan dalam industri properti dan konstruksi di…
Lanjut
Daerah Rawan Gempa? Pemilihan Material Jadi Kunci Rumah Aman
Membangun rumah di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari risiko gempa bumi.…
Lanjut
Rumah Modular dan Prefabrikasi: Solusi Hunian Tahan Gempa di Indonesia
Indonesia sebagai negara rawan gempa menuntut pendekatan baru dalam membangun hunian.…
Lanjut
Cuaca Makin Panas? Ini Furnitur Yang Bikin Rumah Tetap Sejuk
Cuaca panas ekstrem yang belakangan ini sering viral di Indonesia membuat…
Lanjut
Simple Woodworking DIY yang Lagi Viral untuk Interior Rumah Estetik & Fungsional
Tren simple woodworking DIY kembali viral di media sosial, terutama di…
Lanjut
Material Rumah Tropis Modern yang Awet & Hemat Biaya, Pilihan Favorit Saat Ini!
Banyak rumah tropis modern terlihat mahal di awal, tapi justru boros…
Lanjut
Produk Ramah Lingkungan 2026: Material, Furnitur, dan Interior yang Berkelanjutan
Tren “beli sekali, pakai lama” kini semakin kuat di dunia bahan…
Lanjut
RPC: Beton Masa Depan yang Lebih Kuat, Lebih Tipis, dan Lebih Efisien
Reactive Powder Concrete (RPC) atau Ultra-High-Performance Concrete (UHPC) menjadi salah satu…
Lanjut
CLT: Teknologi Kayu Modern yang Mengubah Industri Konstruksi Dunia
Cross-Laminated Timber (CLT) kini menjadi primadona di Eropa, Amerika, dan Jepang…
Lanjut
Hempcrete: Material Ramah Lingkungan yang Mulai Menguasai Eropa, Indonesia Siapkah Mengadopsinya?
Hempcrete, campuran serat hemp dan kapur, menjadi salah satu material paling…
Lanjut
Tinggalkan Balasan